Desa Congkrang, 25 September 2019

Bahasa adalah cerminan peradaban jaman atau seseorang. Kesantunan seseorang dalam berbicara, berbahasa atau bertutur kata dapat untuk menilai seseorang tersebut beradab atau tidak.

Adab atau peradaban adalah akhlak dan kesopanan atau kehalusan budi pekerti. Peradaban dalam bahasa inggris adalah civilization. Manusia beradab adalah manusia yang memiliki akhlak yang mulia, kesopanan dan kehalusan budi pekerti.

Rangkaian kata atau bahasa dalam bertutur kata atau dalam sebuah lagu pun dapat untuk menilai peradaban sosiologi dan psikologi seseorang dan suatu jaman.

Pada kesempatan ini, kami melakukan suatu analisis sosiologi dan psikologi yang sederhana terhadap lirik lagu serta perkembangan peradaban jamannya. Analisis ini bisa tepat tetapi bisa juga tidak tepat. Silahkan para pembaca untuk merasakan dan menganalisis sendiri dengan rasa.

Tokoh Muda Muntilan Anang Imamuddin memaparkan "Pertama, peradaban "Maju Tak Gentar". Lagu perjuangan yang sangat membakar semangat ini diciptakan ketika revolusi kemerdekaan. Syair atau lirik lagu ini menumbuhkan semangat optimisme dan semangat nasionalisme yang luar biasa. Saat ini pun, ketika kita menyanyikan lagu tersebut jiwa kita terbakar semangat optimismenya.

"Kedua, peradaban "Maju Mundur Cantik Cantik". Lirik lagu yang dinyanyikan oleh salah satu princes di Indonesia ini cukup menggemparkan dunia permusikan Indonesia. Sedikit menyitir lagunya maju mundur cantik cantik. Secara komprehensif semua lirik lagu adalah hiburan bagi para penikmat musik. Tetapi dari sisi lain kita melihat kata maju mundur ini adalah sifat kegalauan. Saat ini banyak para galauers menghadapi kehidupan dan masalah masalah sehari hari."

"Ketiga, peradaban "Mundur Alon Alon" atau dalam bahasa Indonesia mundur pelan pelan. Lagu berbahasa jawa yang di iringi musik dangdut koplo ini sangat menghibur dan di gandrungi saat ini. Terlepas dari syair yang menghibur tersebut kita melihat satu fenomena mundur pelan pelan bisa menjadi tanda rasa optimisme yang mulai memudar. Kalau optimisme terus memudar yang muncul adalah pesimisme. Rasa tidak percaya diri dan rendah diri."

"Peradaban, "Putar Balik Gass Poll". Ini suatu guyon tapi maton. Melihat beberapa lelucon di medsos. Pasca mundur alon alon ternyata ada yang melontarkan putar balik dengan kecepatan tinggi. Ini bisa dimaknai suatu sikap yang pengecut, tetapi bisa juga suatu sikap ketegasan tapi cukup emosional."(pungkas Anang)

Demikian sedikit analisis singkat dan sederhana tanpa ada niat menjelekkan sebuah karya atau hiburan. Hanya melihat satu rangkaian kata yang muncul di suatu jaman. Peradaban dapat di lihat dari munculnya tata bahasa tersebut.

Jaman dulu ada rangkaian kata kata luhur yang sangat tinggi maknanya. Misal, nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake (mendatangi tanpa kawan, menang tanpa merendahkan). Hal ini adalah rangkaian kata yang mencerminkan kesopanan dan budi pekerti luhur. Sekarang terjadi degradasi peradaban dan kesopanan.

Maka dari itu, kami mengajak untuk kita generasi yang hidup di jaman milenial ini untuk tetap mengedepankan akhlak yang mulia, sopan santun yang tinggi serta budi pekerti yang luhur. Kita harus mempertahankan peradaban manusia yang beradab.Salam Dari Desa"Dari Desa Untuk Dunia".(triistan)